BERANTAK

  • by Haci (10 Juli 2020)
Saat tengah malam tiba, tepatnya pukul 02.19 dinihari, sang lelaki bangun dari tidurnya mengarah ke kamar mandi. Bukan untuk buang air atau mandi, tapi hanya terdiam di depan cermin yang berada di atas wastafel. Cermin dengan ukuran lumayan besar yang mampu memantulkan setengah badan milik lelaki itu. Ia menggelengkan kepala, lalu memutar-mutar lehernya sampai beberapa kali.

Dengan senyum tipis masam seolah raut wajah yang dibuat-buat. Tanpa keanehan yang mencuat, lelaki itu memicingkan mata dengan kerutan di dahinya. Hingga dirinya muak dan meludahi cermin itu pas di wajah pantulan dirinya. Lalu melayangkan pukulan pas di pantulan wajahnya pada cermin dan tertawa. Tinggallah seperti bentuk puzzle yang memantulkan wajahnya pada cermin. Hasrat pada kecintaan berlebih itu pudar mengikuti jatuhnya perlahan-lahan guratan pada kaca. Dan hanya sisa teriakan dan guratan pecahan kaca yang mengusik malam itu dengan pekik.